Dongeng dalam Aksara Jawa
Seluruh naskah di bawah disimpan sebagai karakter Unicode, bukan gambar.
ꦢꦶ ꦢꦼꦱ ꦮꦤꦱꦫꦶ꧈ ꦥꦒꦶ ꦱꦼꦭꦭꦸ ꦢꦠꦁ ꦧꦼꦫ꧀ꦱꦩ ꦏꦧꦸꦠ꧀ ꦠꦶꦥꦶꦱ꧀ ꦪꦁ ꦠꦸꦫꦸꦤ꧀ ꦢꦫꦶ ꦭꦼꦫꦼꦁ ꦒꦸꦤꦸꦁ꧉ ꦫꦏ ꦢꦤ꧀ ꦱꦫꦶ ꦧꦶꦄꦱ ꦧꦼꦫ꧀ꦗꦭꦤ꧀ ꦏꦼ ꦱꦼꦏꦺꦴꦭꦃ ꦩꦼꦭꦼꦮꦠꦶ ꦏꦼꦧꦸꦤ꧀ ꦠꦼꦃ꧈ ꦫꦸꦩꦸꦤ꧀ ꦧꦩꦸ꧈ ꦢꦤ꧀ ꦱꦼꦧꦸꦄꦃ ꦩꦠ ꦄꦆꦂ ꦏꦼꦕꦶꦭ꧀ ꦪꦁ ꦢꦶꦱꦼꦧꦸꦠ꧀ ꦮꦫ꧀ꦒ ꦱꦼꦧꦒꦆ ꦱꦼꦤꦁ ꦮꦼꦤꦶꦁ꧉ ꦥꦢ ꦱꦸꦄꦠꦸ ꦲꦫꦶ ꦭꦶꦧꦸꦂ꧈ ꦩꦼꦫꦼꦏ ꦩꦼꦤꦼꦩꦸꦏꦤ꧀ ꦱꦼꦲꦼꦭꦆ ꦢꦈꦤ꧀ ꦧꦼꦫ꧀ꦮꦫ꧀ꦤ ꦏꦼꦌꦩꦱꦤ꧀ ꦠꦼꦫ꧀ꦱꦼꦭꦶꦥ꧀ ꦢꦶ ꦧꦮꦃ ꦧꦠꦸ ꦢꦼꦏꦠ꧀ ꦱꦼꦤꦁ꧉ ꦢꦶ ꦥꦼꦫ꧀ꦩꦸꦏꦄꦤ꧀ꦚ ꦠꦩꦏ꧀ ꦥꦺꦴꦭ ꦱꦼꦥꦼꦫ꧀ꦠꦶ ꦗꦭꦤ꧀ ꦧꦼꦫ꧀ꦏꦼꦭꦺꦴꦏ꧀ ꦩꦼꦤꦸꦗꦸ ꦲꦸꦠꦤ꧀ ꦥꦶꦤꦸꦱ꧀꧉
ꦫꦏ ꦩꦼꦔꦶꦫ ꦢꦈꦤ꧀ ꦆꦠꦸ ꦲꦚꦭꦃ ꦥꦼꦫ꧀ꦩꦆꦤꦤ꧀ ꦄꦭꦩ꧀꧈ ꦠꦼꦠꦥꦶ ꦱꦫꦶ ꦩꦼꦭꦶꦲꦠ꧀ ꦄꦢ ꦠꦤ ꦏꦼꦕꦶꦭ꧀ ꦧꦼꦫ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ ꦧꦸꦫꦸꦁ ꦢꦶ ꦈꦗꦸꦁ ꦥꦺꦴꦭ꧉ ꦩꦼꦫꦼꦏ ꦠꦼꦫꦶꦔꦠ꧀ ꦕꦼꦫꦶꦠ ꦩꦃ ꦮꦶꦫ꧀ꦪꦺꦴ ꦠꦼꦤ꧀ꦠꦁ ꦧꦸꦫꦸꦁ ꦏꦼꦥꦺꦴꦢꦁ ꦪꦁ ꦢꦲꦸꦭꦸ ꦩꦼꦤꦸꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ ꦮꦫ꧀ꦒ ꦩꦼꦤꦼꦩꦸꦏꦤ꧀ ꦱꦸꦩꦼꦂ ꦄꦆꦂ ꦏꦼꦠꦶꦏ ꦏꦼꦩꦫꦈ ꦥꦚꦁ꧉ ꦢꦼꦔꦤ꧀ ꦩꦼꦩꦮ ꦧꦼꦏꦭ꧀ ꦱꦶꦔꦺꦴꦁ ꦫꦼꦧꦸꦱ꧀ ꦢꦤ꧀ ꦧꦺꦴꦠꦺꦴꦭ꧀ ꦩꦶꦤꦸꦩ꧀꧈ ꦏꦼꦢꦸꦄꦚ ꦩꦼꦔꦶꦏꦸꦠꦶ ꦄꦫꦃ ꦥꦢ ꦢꦈꦤ꧀꧉ ꦗꦭꦤ꧀ ꦱꦼꦩꦏꦶꦤ꧀ ꦩꦼꦤꦚꦏ꧀ ꦢꦤ꧀ ꦱꦸꦄꦫ ꦢꦼꦱ ꦥꦼꦫ꧀ꦭꦲꦤ꧀ ꦩꦼꦔ꧀ꦲꦶꦭꦁ꧈ ꦢꦶꦒꦤ꧀ꦠꦶꦏꦤ꧀ ꦢꦼꦱꦶꦂ ꦄꦔꦶꦤ꧀ ꦢꦶ ꦄꦤ꧀ꦠꦫ ꦧꦠꦁ ꦥꦶꦤꦸꦱ꧀꧉
ꦢꦶ ꦠꦼꦔꦃ ꦥꦼꦫ꧀ꦗꦭꦤꦤ꧀꧈ ꦩꦼꦫꦼꦏ ꦩꦼꦤꦼꦩꦸꦏꦤ꧀ ꦱꦼꦌꦏꦺꦴꦂ ꦄꦤꦏ꧀ ꦏꦶꦗꦁ ꦪꦁ ꦏꦏꦶꦚ ꦠꦼꦫ꧀ꦗꦼꦫꦠ꧀ ꦠꦭꦶ ꦥ꧀ꦭꦱ꧀ꦠꦶꦏ꧀꧉ ꦫꦏ ꦆꦔꦶꦤ꧀ ꦱꦼꦒꦼꦫ ꦩꦼꦭꦚꦸꦠ꧀ꦏꦤ꧀ ꦥꦼꦤ꧀ꦕꦫꦶꦄꦤ꧀ ꦏꦫꦼꦤ ꦭꦔꦶꦠ꧀ ꦩꦸꦭꦆ ꦩꦼꦤꦸꦁ꧈ ꦠꦼꦠꦥꦶ ꦱꦫꦶ ꦩꦼꦔꦶꦔꦠ꧀ꦏꦤ꧀ ꦧꦲ꧀ꦮ ꦥꦼꦠꦸꦄꦭꦔꦤ꧀ ꦠꦶꦢꦏ꧀ ꦄꦏꦤ꧀ ꦧꦼꦫꦫ꧀ꦠꦶ ꦗꦶꦏ ꦩꦼꦫꦼꦏ ꦩꦼꦔꦧꦆꦏꦤ꧀ ꦩꦏ꧀ꦭꦸꦏ꧀ ꦪꦁ ꦩꦼꦩꦸꦠꦸꦲ꧀ꦏꦤ꧀ ꦥꦼꦫ꧀ꦠꦺꦴꦭꦺꦴꦔꦤ꧀꧉ ꦩꦼꦫꦼꦏ ꦩꦼꦭꦼꦥꦱ꧀ꦏꦤ꧀ ꦗꦼꦫꦠ꧀ ꦢꦼꦔꦤ꧀ ꦲꦠꦶ-ꦲꦠꦶ꧈ ꦩꦼꦩꦼꦫ꧀ꦱꦶꦲ꧀ꦏꦤ꧀ ꦭꦸꦏ ꦏꦶꦗꦁ ꦩꦼꦔꦸꦤꦏꦤ꧀ ꦄꦆꦂ ꦩꦶꦤꦸꦩ꧀꧈ ꦭꦭꦸ ꦩꦼꦤꦤꦆ ꦭꦺꦴꦏꦱꦶ ꦗꦼꦫꦠ꧀ ꦄꦒꦂ ꦢꦥꦠ꧀ ꦢꦶꦭꦥꦺꦴꦫ꧀ꦏꦤ꧀ ꦏꦼꦥꦢ ꦮꦫ꧀ꦒ꧉
ꦄꦤꦏ꧀ ꦏꦶꦗꦁ ꦆꦠꦸ ꦏꦼꦩꦸꦢꦶꦄꦤ꧀ ꦧꦼꦫ꧀ꦗꦭꦤ꧀ ꦥꦼꦫ꧀ꦭꦲꦤ꧀ ꦩꦼꦤꦸꦗꦸ ꦱꦼꦧꦸꦄꦃ ꦕꦼꦭꦃ ꦱꦼꦩꦶꦠ꧀ ꦢꦶ ꦄꦤ꧀ꦠꦫ ꦢꦸꦄ ꦧꦠꦸ꧉ ꦢꦶ ꦧꦭꦶꦏ꧀ ꦕꦼꦭꦃ ꦠꦼꦫ꧀ꦢꦥꦠ꧀ ꦩꦠ ꦄꦆꦂ ꦧꦫꦸ ꦪꦁ ꦠꦼꦫ꧀ꦠꦸꦠꦸꦥ꧀ ꦫꦤ꧀ꦠꦶꦁ ꦢꦤ꧀ ꦱꦩꦃ ꦧꦼꦏꦱ꧀ ꦥꦼꦔꦸꦚꦸꦁ꧉ ꦥꦺꦴꦭ ꦥꦢ ꦢꦈꦤ꧀ ꦠꦼꦫ꧀ꦚꦠ ꦧꦼꦫꦏꦶꦂ ꦠꦼꦥꦠ꧀ ꦢꦶ ꦱꦤ꧉ ꦫꦏ ꦢꦤ꧀ ꦱꦫꦶ ꦠꦶꦢꦏ꧀ ꦩꦼꦔꦩꦶꦭ꧀ ꦄꦥ ꦥꦸꦤ꧀꧉ ꦩꦼꦫꦼꦏ ꦲꦚ ꦩꦼꦩꦼꦫ꧀ꦱꦶꦲ꧀ꦏꦤ꧀ ꦄꦭꦶꦫꦤ꧀ ꦄꦆꦂ ꦱꦼꦧꦶꦱꦚ ꦢꦤ꧀ ꦏꦼꦩꦭꦶ ꦏꦼ ꦢꦼꦱ ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ ꦩꦼꦔꦗꦏ꧀ ꦎꦫꦁ ꦢꦼꦮꦱ꧉ ꦩꦃ ꦮꦶꦫ꧀ꦪꦺꦴ ꦠꦼꦫ꧀ꦱꦼꦚꦸꦩ꧀ ꦏꦼꦠꦶꦏ ꦩꦼꦭꦶꦲꦠ꧀ ꦢꦈꦤ꧀ ꦌꦩꦱ꧀ ꦆꦠꦸ ꦧꦼꦫꦸꦧꦃ ꦩꦼꦚꦢꦶ ꦢꦈꦤ꧀ ꦧꦶꦄꦱ ꦱꦼꦠꦼꦭꦃ ꦱꦸꦩꦼꦂ ꦄꦆꦂ ꦢꦶꦠꦼꦩꦸꦏꦤ꧀꧉
ꦏꦼꦌꦱꦺꦴꦏꦤ꧀ ꦲꦫꦶꦚ꧈ ꦮꦫ꧀ꦒ ꦧꦼꦫ꧀ꦒꦺꦴꦠꦺꦴꦁ ꦫꦺꦴꦪꦺꦴꦁ ꦩꦼꦩꦼꦫ꧀ꦱꦶꦲ꧀ꦏꦤ꧀ ꦏꦮꦱꦤ꧀ ꦠꦼꦫ꧀ꦱꦼꦧꦸꦠ꧀ ꦢꦤ꧀ ꦩꦼꦩꦱꦁ ꦥꦥꦤ꧀ ꦭꦫꦔꦤ꧀ ꦩꦼꦩꦸꦄꦁ ꦱꦩꦃ ꦱꦼꦫ꧀ꦠ ꦩꦼꦩꦱꦁ ꦗꦼꦫꦠ꧀꧉ ꦩꦠ ꦄꦆꦂ ꦧꦫꦸ ꦢꦶꦤꦩꦆ ꦱꦼꦤꦁ ꦏꦼꦥꦺꦴꦢꦁ꧉ ꦫꦏ ꦢꦤ꧀ ꦱꦫꦶ ꦩꦼꦩꦲꦩꦶ ꦧꦲ꧀ꦮ ꦲꦫ꧀ꦠ ꦠꦼꦫ꧀ꦧꦼꦱꦂ ꦢꦶ ꦭꦼꦫꦼꦁ ꦒꦸꦤꦸꦁ ꦧꦸꦏꦤ꧀ ꦌꦩꦱ꧀꧈ ꦩꦼꦭꦆꦤ꧀ꦏꦤ꧀ ꦄꦆꦂ ꦪꦁ ꦢꦶꦗꦒ ꦧꦼꦫ꧀ꦱꦩ꧈ ꦲꦸꦠꦤ꧀ ꦪꦁ ꦠꦼꦠꦥ꧀ ꦲꦶꦢꦸꦥ꧀꧈ ꦢꦤ꧀ ꦏꦼꦧꦼꦫꦤꦶꦄꦤ꧀ ꦈꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ ꦧꦼꦫ꧀ꦲꦼꦤ꧀ꦠꦶ ꦩꦼꦤꦺꦴꦭꦺꦴꦁ ꦏꦼꦠꦶꦏ ꦥꦼꦫ꧀ꦗꦭꦤꦤ꧀ ꦱꦼꦢꦁ ꦠꦼꦫꦱ ꦥꦭꦶꦁ ꦩꦼꦤꦫꦶꦏ꧀꧉
Transliterasi Latin Lengkap
Teks Latin ini menjadi pasangan paragraf dari naskah aksara di atas.
Di Desa Wanasari, pagi selalu datang bersama kabut tipis yang turun dari lereng gunung. Raka dan Sari biasa berjalan ke sekolah melewati kebun teh, rumpun bambu, dan sebuah mata air kecil yang disebut warga sebagai Sendang Wening. Pada suatu hari libur, mereka menemukan sehelai daun berwarna keemasan terselip di bawah batu dekat sendang. Di permukaannya tampak pola seperti jalan berkelok menuju hutan pinus.
Raka mengira daun itu hanyalah permainan alam, tetapi Sari melihat ada tanda kecil berbentuk burung di ujung pola. Mereka teringat cerita Mbah Wiryo tentang burung kepodang yang dahulu menuntun warga menemukan sumber air ketika kemarau panjang. Dengan membawa bekal singkong rebus dan botol minum, keduanya mengikuti arah pada daun. Jalan semakin menanjak dan suara desa perlahan menghilang, digantikan desir angin di antara batang pinus.
Di tengah perjalanan, mereka menemukan seekor anak kijang yang kakinya terjerat tali plastik. Raka ingin segera melanjutkan pencarian karena langit mulai mendung, tetapi Sari mengingatkan bahwa petualangan tidak akan berarti jika mereka mengabaikan makhluk yang membutuhkan pertolongan. Mereka melepaskan jerat dengan hati-hati, membersihkan luka kijang menggunakan air minum, lalu menandai lokasi jerat agar dapat dilaporkan kepada warga.
Anak kijang itu kemudian berjalan perlahan menuju sebuah celah sempit di antara dua batu. Di balik celah terdapat mata air baru yang tertutup ranting dan sampah bekas pengunjung. Pola pada daun ternyata berakhir tepat di sana. Raka dan Sari tidak mengambil apa pun. Mereka hanya membersihkan aliran air sebisanya dan kembali ke desa untuk mengajak orang dewasa. Mbah Wiryo tersenyum ketika melihat daun emas itu berubah menjadi daun biasa setelah sumber air ditemukan.
Keesokan harinya, warga bergotong royong membersihkan kawasan tersebut dan memasang papan larangan membuang sampah serta memasang jerat. Mata air baru dinamai Sendang Kepodang. Raka dan Sari memahami bahwa harta terbesar di lereng gunung bukan emas, melainkan air yang dijaga bersama, hutan yang tetap hidup, dan keberanian untuk berhenti menolong ketika perjalanan sedang terasa paling menarik.
Ringkasan Bahasa Indonesia
Petualangan di Lereng Gunung adalah dongeng anak orisinal yang berlatar di Jawa Tengah. Cerita ini mengangkat nilai budaya, kepedulian, dan tanggung jawab. Pesan utamanya adalah: Keberanian harus berjalan bersama kepedulian terhadap alam dan kemauan mendengarkan orang lain.